Keahlinan Berpu-pura Penerjemah Tersumpah

Penerjemah adalah seorang peniru. Orang yang suka berpura-pura. Penyamar ulung.

Penerjemah dan juru bahasa mencari nafkah dengan berpura-pura menjadi (atau setidaknya berbicara atau menulis seakan-akan mereka) praktisi berijazah dari profesi yang khususnya belum pernah mereka jalankan. Dalam pengertian ini, mereka seperti aktor yang “memasuki karakter” untuk meyakinkan pihak ketiga (“pemirsa”, pengguna terjemahan) bahwa mereka, bukan dokter, pengacara, atau teknisi sungguhan, tetapi cukup mirip untuk meyakinkan kesangsian yang masih mengganggu. Seperti kata direktur JITS jasa penerjemah tersumpah, “Perilaku pakar bisa dipelajari lewat permainan peran.”

Lalu, bagaimanakah caranya? Beberapa penerjemah dan juru bahasa benar-benar mempunyai pengalaman profesional yang mereka perlukan untuk “ditirukan”.

“Keahlian meniru” tentu saja membuat “berpura-pura” lebih mudah dilakukan; semakin banyak pengalaman Anda dalam hal ini, semakin baik.

Seperti pernah diulas oleh para penulis, menerjemah sering disebut sebagai pekerjaan kedua. Jika pekerjaan utama Anda sama sekali berbeda, maksudnya harus lebih banyak berhubungan dengan orang atau hal-hal lain daripada kata-kata, maka baik sekali apabila Anda mengkhususkan diri pada penerjemahan teks yang ditulis oleh praktisi-praktisi dari profesi utama Anda.

Orang lain yang berprofesi sebagai penerjemah sekaligus memiliki profesi lain dan mungkin merasa bersalah karena tidak mampu menentukan pilihan di antara ke duanya, juga mempunyai keuntungan yang besar dari pada penerjemah-penerjemah lain yang bekerja dalam bi dang yang sama, sebab mereka “menguasai” terminologi dalam bidang lain.

Namun, kebanyakan penerjemah dan juru bahasa ti dak semujur itu. Kebanyakan dari kita harus berpura-pura dengan sedikit atau bahkan tanpa pengalaman kerja sama sekali sebagai dasar peniruan kita. Ada yang memecahkan persoalan ini dengan mengkhususkan diri pada suatu bi dang-penerjemahan bidang kedokteran, penerjemahan hukum, dll., bahkan ada yang mengkhususkan pada bi dang yang amat sempit seperti hak paten atau klaim asuransi-dan mengambil kuliah dalam bidang itu atau ba nyak-banyak membaca tentang bidang itu, dalam dua bahasa.

BACA JUGA  Alun-Alun Kidul Yogyakarta

Juru bahasa yang disewa selama akhir pekan, se minggu, atau sebulan untuk suatu bidang tertentu akan mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan bidang itu terlebih dahulu. Perlahan-lahan, selama bertahun-ta hun, penerjemah dan juru bahasa ini menjadi begitu ahli dalam berpura-pura menjadi praktisi sebuah profesi yang belum pernah mereka jalani, sampai-sampai pihak ketiga meminta saran mereka dalam bidang kedokteran, hukum (atau apapun). (Lebih jauh tentang hal ini akan dijelaskan dalam bagian induksi di bawah ini.)

Memang, kebanyakan dari kita hanya sekedar meniru, mengerjakan tanpa pengalaman kerja, dan barangkali se dikit membaca dalam bidang itu, tetapi tidak pernah benar benar cukup. Sebuah biro menghubungi Anda untuk me ngerjakan terjemahan laporan medis. Sebelumnya, Anda sudah pernah melakukan terjemahan-terjemahan teknis untuk mereka. Mereka suka dan mempercayai Anda; An da pun suka dan mempercayai mereka.

Mereka telah men jadi sumber pendapatan yang baik sekali bagi Anda di masa lalu dan Anda berniat membantu mereka semampu Anda. Mereka menghendaki Anda menyelesaikan terjemahan itu secepat mungkin. Anda tidak banyak tahu atau tidak tahu sama sekali tentang terminologi medis.

Apa yang akan Anda lakukan? Anda terima pekerjaan itu, ber usaha semampu Anda untuk menirukannya, lalu meminta seorang dokter, atau seorang teman yang lebih baik dalam menirukan bidang itu daripada Anda, untuk memeriksa terjemahan Anda.

Lalu, apa saja yang terlibat dalam “menirukan profesi”, yaitu dalam menerjemahkan secara abduktif lewat berpura-pura menjadi seorang profesional dengan sedikit sekali pengalaman aktual atau pengetahuan yang menjadi penunjang kepura-puraan Anda? Langkah pertama ada lah imajinasi. Seperti apakah dokter itu? Apakah seperti dokter yang menulis naskah ini? Bagaimana cara pandang Anda terhadap dunia ini? Bagaimana pendapat dan pera saan Anda tentang diri Anda sendiri? Anda akan menjadi orang seperti apa? Kebiasaan professional banyak dikaitkan dengan keseluruhan suatu pola aktivitas kehidupan, sikap, dan perasaan. Habitus apa yang akan Anda miliki jika Anda bukan seorang penerjemah, melainkan seorang dokter?

BACA JUGA  Tempat Sewa Mobil Lombok Murah

Memang, menirukan dan berpura-pura adalah manifestasi dari peningkatan kemampuan penerjemah, maksudnya adalah menghadirkan rasa dalam setiap dokumen yang diterjemahkan sesuai dengan materinya. Rasa yang hadir kemudian menjelma menjadi sikap berpura-pura menjadi profesi tertentu. Penulis sendiri sebagai pengelola jasa penerjemah di jakarta, sudah bertahun-tahun menerjemahkan dokumen dengan cara menjiwai dokumen tersebut dari sisi porfesi.