Pendidikan di Afrika Selatan

pembelajaran di Afrika Selatan diatur oleh 2 seksi nasional, yakni biro pembelajaran Dasar (DBE), yang bertanggung jawab karena sekolah dasar serta menengah, serta biro pembelajaran besar serta training (DHET), yang bertanggung jawab karena pembelajaran teratas serta keahlian. training. saat sebelum tahun 2009, kedua seksi diwakili dalam satu biro pembelajaran. Di antara negeri-negeri Afrika sub-Sahara, Afrika Selatan mempunyai salah satu jenjang bangun huruf terteratas.[1] bagi The World Factbook – Central Intelligence instansi pada 2019, 95% dari populasi umur 15 tahun ke karena mampu membaca serta mencatat di Afrika Selatan masing-masing bangun huruf. HomeShooling Di Tangerang Selatan

biro DBE menanggulangi sekolah negeri, sekolah swasta (jua diucap oleh seksi selaku sekolah mandiri), pusat pengembangan anak umur dini (PAUD), serta sekolah kepentingan tertentu. Sekolah negeri serta sekolah swasta dengan cara beramai-ramai diketahui selaku sekolah lazim, yang kira-kira 97% dari sekolah di Afrika Selatan. HomeShooling Di Tangerang Selatan

biro DHET bermasalah dengan akademi teratas pembelajaran serta training terusan (FET) yang saat ini diketahui selaku akademi teratas pembelajaran serta training metode serta keterampilan (TVET), pusat pembelajaran serta training dasar orang berumur (ABET), serta aturan pembelajaran teratas (HE).

9 provinsi di Afrika Selatan jua mempunyai seksi pembelajaran mereka sendiri yang bertanggung jawab buat melaksanakan kebijaksanaan seksi nasional serta menanggulangi isu-isu lokal.

Pada tahun 2010, sistem pembelajaran dasar terdiri dari 12.644.208 partisipan antpanitia bimbing, 30.586 sekolah, serta 439.394 guru.[2] Pada tahun 2009, sistem pembelajaran serta training teratas terdiri dari 837.779 murid di aturan pembelajaran teratas, 420.475 murid di aturan FET yang dikendalikan negara serta 297.900 di pusat ABET yang dikendalikan negara.[3

BACA JUGA  7 Sabun Pemutih Wajah & Badan Terbaik - Bestlist

Pada tahun 2013, negeri Afrika Selatan menghabiskan 21% dari perkiraan nasional buat pembelajaran. dekat 10% dari perkiraan pembelajaran merupakan buat pembelajaran tinggi

Inisiatif Pengukuran Hak fundamental insan (HRMI)[4] mendeteksi jika Afrika Selatan cuma mengisi 72,1% dari apa yang sebaiknya dipadati buat hak karena pembelajaran bersumber pada jenjang penghasilan negara.[5] HRMI menembus hak karena pembelajaran dengan menatap hak karena pembelajaran dasar serta pembelajaran menengah. Dengan memperhitungkan jenjang penghasilan Afrika Selatan, negara ini mendekati 70,4% dari apa yang sebaiknya dimungkinkan bersumber pada akar energi (penghasilan) buat pembelajaran dasar serta 73,8% buat pembelajaran menengah