Kumpulan Bacaan Doa Nabi Musa Beserta Artinya

5 Fakta dan Tugas Malaikat Raqib dan Atid, Mencatat Amal!

Nabi Musa AS merupakan salah satu nabi Allah yang mendapatkan gelar Ulul Azmi. Hal itu bukan tanpa alasan, karena Nabi Musa memiliki ketabahan dan kesabaran yang luar biasa saat dihadapkan pada berbagai cobaan selama mengajarkan ajaran Tauhid untuk Bani Israil.

Tentu saja Nabi Musa senantiasa bermunajat dan berdoa kepada Allah SWT dalam semua aktivitasnya. Adapun mengenai bacaan doa Nabi Musa yang diabadikan dalam ayat Al Quran seperti di bawah ini.

  1. Doa Meminta Agar Dimudahkan Urusan dan Ucapan

Robbis rohlii shodrii, wa yassirlii amrii, wahlul uqdatam mil lisaani yafqohu qoulii

Artinya: “Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku” (QS. Thoha ayat 25-28).

  1. Doa Meminta Ampunan

Robbi innii zholamatu nafsii faghfir lii fa ghofaro lah, innahuu huwal-ghofuurur-rohiim

Artinya: “Ya Tuhanku sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku. Maka Allah mengampuninya, sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. Al-Qashash ayat 16).

  1. Doa Agar Terhindar Dari Fitnah

Fa qooluu Alallohi tawakkalnaa, robbanaa laa tajalnaa fitnatal lil-qoumizh-zhooliin. Wa najjinaa birohmatika minal-qoumil-kaafiriin

Artinya: “Kepada Allah lah kami bertawakal. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum zalim, dan selamatkanlah kami dengan rahmat Engkau dari (tipu daya) orang-orang yang kafir” (QS. Yunus ayat 66-85).

  1. Doa Memohon Kebaikan

Robbi innuu limaaa angzalta ilayya min khoiring faqiir

Artinya: “Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku” (QS. Al Qashash ayat 24).

  1. Doa Memohon Petunjuk

Robbi najjinii minal-qoumizh-zhoolimin. Asaa robbiii ay yahdiyanii sawaaa as-sabiil

Artinya: “Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu. Mudah-mudahan Tuhanku memimpinku ke jalan yang benar” (QS Al-Qasas ayat 21-22).

Adab Berdoa Sesuai Tuntunan Sunnah

  • Menghadap Ke Arah Kiblat

Dari Jabir RA, menyebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa sallam saat berada di Padang Arfah, beliau menghadap kiblat, dan beliau terus berdoa sampai matahari terbenam. (HR. Muslim).

  • Memuji Allah SWT

Dari Fadhalah bin ‘Ubad RA, ia berkata: Disaat Rasulullah SAW sedang dalam keadaan duduk-duduk, masuklah seorang laki-laki. Laki-laki tersebut kemudian melaksanakan sholat dan berdoa: “Ya Allah, ampunilah (dosaku) dan berikanlah rahmatMu kepadaku.” Maka, Rasulullah SAW bersabda: “Engkau telah tergesa-gesa, wahai orang yang tengah berdoa. Apabila engkau selesai melaksanakan sholat lalu engkau duduk berdoa, maka (terlebih dulu) pujilah Allah dengan pujian-pujian yang layak bagiNya dan bersholawatkalh kepadaku, kemudian berdoalah”.

Kemudian datang lagi orang lain, setelah melakukan sholat ia berdoa dengan terlebih dahulu mengucapkan puji-pujian dan bersholawat kepada Rasulullah SAW, maka Rasulullah berkata kepadanya: “Wahai orang yang tengah berdoa, berdoalah kepada Allah niscaya Allah akan mengabulkan doamu.” (HR. at-Tirmidzi dan Abu Dawud).

  • Berdoa Pada Waktu Mustajab

Dianjurkan bagi setiap Muslim untuk memperhatikan waktu yang mustajab untuk berdoa kepada Allah SWT. Lantas, kapan waktu yang mustajab untuk berdoa?

Menurut informasi yang didapat ada beberapa waktu yang mustajab untuk memanjatkan doa, seperti di hari Aradah, hari Jumat, bulan Ramadhan, waktu sahur, dan sepertiga terakhir dalam setiap malam. Hal itu pun seperti yang disabdakan oleh Rasulullah SAW:

“Allah turun ke langit dunia setiap malam, Ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Allah berfirman, ‘Siapa yang berdoa kepadaKu, Aku kabulkan, siapa yang meminta, akan Aku beri, dan siapa yang memohon ampunan pasti Aku ampuni’.” (HR. Muslim).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *