Ciri Ciri Engine Mounting Mobil Kamu Mengalami Kerusakan

Jakarta Otomotif – Sahabat, sebuah mobil memiliki sebuah komponen yang bernama Engine Mounting. Motor mounting atau juga sering disebut dengan dudukan mesin merupakan komponen pada sebuah mobil berupa karet dan dilapisi dengan besi di sekeliling dan di bagian tengahnya. Motor Mounting ini berada di bagian motor narrows diantara mesin dan juga rangka mobil Sahabat. Para engineer pabrikan mobil menyematkan komponen ini bukanlah tanpa fungsi.

Fungsi Engine Mounting

Motor Mounting memiliki fungsi untuk menghubungkan atau mengkaitkan antara mesin dengan bagian rangka mobil anda. Fungsi dari Engine Mounting tidak hanya sebagai sambungan antara mesin dan sasis mobil saja, tapi juga memiliki fungsi lain. Fungsi lain dari motor mounting antara lain sebagai peredam getaran yang dihasilkan oleh mesin akibat adanya expositions pembakaran. Dengan adanya motor mounting, getaran yang dihasilkan oleh mesin dapat tereduksi dengan baik sehingga tidak terasa hingga kedalam kabin mobil.

Pada umumnya motor mounting terbuat dari komponen yang memiliki tingkat elastisitas yang tinggi seperti karet. Walaupun motor mounting ini terbuat dari karet tapi di beberapa bagiannya dilapisi oleh besi untuk memberikan kekuatan yang lebih baik dari motor mounting.

Pada sebuah mobil biasanya terdapat dua sampai empat motor mounting yang menopang mesin didalam motor sound. Motor mounting dapat mengalami kerusakan ketika telah digunakan dalam kurun waktu tertentu dengan waktu yang relatif lama.

Usia Engine Mounting

Motor mounting merupakan part yang memiliki umur panjang, masuk dalam kategori sluggish. Walaupun termasuk kategori sluggish, namun seiring berjalannya waktu komponen ini juga bisa mengalami kerusakan dan tentu berakibat mengurangi kenyamanan pengemudi dan penumpang.

Umur pemakaian motor mounting biasanya menggunakan ukuran kilometer. Sebagian besar motor mounting harus sudah diganti setiap 50 ribu atau 60 ribu km. Namun, ukuran km juga tidak selalu tepat, apalagi kondisi kota besar di Indonesia sangat macet sehingga odometer sedikit tapi jam terbang mesin sudah sangat besar.

Ciri-Ciri Engine Mounting Rusak

Motor mounting yang telah mencapai batas umur atau yang telah rusak biasanya terdapat keretakan pada karet di motor mounting tersebut. Karet yang terdapat pada motor mounting lama kelamaan akan menjadi getas atau keras sehingga akan mudah mengalami keretakkan.

Apabila keretakkan pada motor mounting tetap dibiarkan atau motor mounting tetap tidak diganti maka keretakan yang ditimbulkan pada motor mounting lama akan membuat motor mounting robek.

Faktor yang dapat mempercepat kerusakan pada motor mounting adalah ketika beban yang ditahan atau diterima oleh motor mounting besar. Beban yang besar dapat terjadi ketika mobil digunakan untuk berakselerasi.

Kadangkala para pemiliki kendaraan mobil tidak pernah memeriksa komponen yang satu ini atau luput dari pantauan. Hal tersebut dikarenakan posisi dari motor mounting biasanya tersembunyi. Padahal komponen satu ini bila rusak akan dapat menimbulkan beberapa masalah.

Masalah Yang Timbul Ketika Engine Mounting Rusak

Salah satu masalah yang dapat ditimbulkan ketika motor mounting sudah rusak adalah tidak dapat mereduksi getaran yang dihasilkan oleh mesin dengan baik. Saat sebuah mesin melakukan expositions pembakaran campuran bahan bakar dan udara yang mengakibatkan getaran tidak akan diredam oleh motor mounting sehingga getaran ini akan tersalurkan ke rangka dan masuk ke kabin.

Akibatnya, getaran ini nantinya akan dirasakan oleh pengendara sehingga akan mengurangi kenyamanan saat berkendara. Oleh sebab itu bila motor mounting ketika Sahabat periksa ternyata mengalami keretakkan maka segera gantilah dengan yang baru. Ada beberapa tanda yang bisa Sahabat kenali ketika Engine Mounting sudah rusak antara lain :

Ada getaran yang muncul dari mesin

Setiap dinyalakan, mesin mobil akan selalu menghasilkan getaran yang cukup kuat. Namun, motor mounting berfungsi untuk meminimalisasi getaran tersebut agar tidak terasa oleh penumpang. Jika getaran di dalam mobil terasa lebih hebat dari biasanya, bisa jadi hal tersebut disebabkan oleh adanya kerusakan dari motor mounting di mobil.

Getaran bisa terasa dan mungkin juga terlihat saat posisi kendaraan berada pada kondisi stasioner atau inactive. Nah, dalam situasi tersebut guncangan muncul karena motor mounting tidak mampu menyangga mesin dengan baik. Karena itulah, toleransi guncangannya akan terasa kasar dan tidak dapat diredam seperti biasanya.

Mesin menghentak saat dinyalakan

Selain getaran yang terasa lebih hebat, sahabat mungkin akan merasakan hentakan yang berasal dari mesin saat mobil baru dihidupkan. Jika hanya 1 – 2 kali terasa, mungkin hal tersebut bisa jadi pertanda yang kurang tepat, tapi jika sudah sering terjadi, sahabat sebaiknya mulai melakukan pengecekan terhadap tanda kerusakan motor mounting.

Kemudian Saat melepas kopling setelah memasukkan gigi persneling, ketika putaran mesin terhubung dengan beban, mesin akan mengayun dan terdengar bunyi yang khas dug yang terdengar agak dalam.

Terdengar suara yang tidak typical

Motor mounting biasanya juga terbuat dari bahan karet yang mampu menopang komponen mesin agar tidak bergerak-gerak. Nah, bahan elastis ini bisa saja getas atau robek sehingga muncul guncangan yang diakibatkan oleh kerusakan tersebut. Hal ini bisa ditandai dengan kemunculan suara yang tidak typical seperti suara klutuk dari mesin.

Saat kondisi mobil yang menyala sudah disertai dengan pertanda itu, segera cek bagian motor mounting, ya. Jika dibiarkan terlalu lama, efeknya bisa berbahaya bagi komponen kendaraan. Tidak perlu terlalu khawatir, penggantian motor mounting adalah salah satu hal yang umum untuk dilakukan pada kendaraan, kok. Jadi, segera bawa mobil ke bengkel, ya!

Terdengar Suara Saat Lewat Polisi Tidur

Efek yang cukup signifikan dirasakan oleh para pengemudi biasanya akan muncul saat sedang melewati polisi tidur atau jalan berlubang. Biasanya, sahabat akan merasakan getaran yang cukup keras di situasi tersebut. Jadi, sahabat bisa lebih waspada untuk memperhatikan kondisi mobil saat sedang melewati bagian jalanan tersebut.

Terdapat cairan di sekitar mounting

Selain gejala yang bisa dirasakan, sahabat juga bisa melakukan pemeriksaan terhadap kondisi motor mounting yang terlihat secara kasat mata. Motor mounting biasanya terletak di antara mesin dan rangka mobil. Jadi, sahabat bisa mulai melakukan pengecekan di komponen tersebut jika ingin memastikan kondisi karetnya masih layak.

Nah, itulah beberapa gejala yang bisa muncul saat motor mounting mobil mengalami kerusakan atau harus diganti. Ya, seperti komponen mobil lainnya, penggantian ini memang umum dilakukan, tapi intensitasnya juga tidak terlalu sering karena biasanya komponen motor mounting relatif lebih awet. Jadi, segera ganti jika sudah terasa gejalanya, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *